UOB Fasilitasi Penanaman Investasi Asing Langsung Senilai Lebih dari S$ 3 Miliar di Vietnam

SINGAPURA, BISNISASIA.CO.ID – UOB  membantu berbagai perusahaan untuk memanfaatkan peluang usaha di perekonomian yang paling berkembang pesat di Asia Tenggara, Vietnam, melalui penanaman investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) senilai lebih dari S$ 3 miliar.

UOB dan Foreign Investment Agency (FIA) Vietnam pada hari ini menandatangani Nota Kesepahaman untuk tambahan FDI senilai S$ 1,5 miliar di Vietnam.

Vietnam telah memperoleh FDI senilai hampir US$ 14 miliar di sepanjang sembilan bulan pertama pada 2020 untuk seluruh industri, dan UOB membantu berbagai perusahaan di Asia Tenggara yang ingin memanfaatkan momentum tersebut, serta memfokuskan sektor-sektor dengan pertumbuhan yang pesat. Sektor-sektor ini juga menjadi fokus pembangunan pemerintah Vietnam, yakni energi berkelanjutan, manufaktur, infrastruktur, kesehatan, dan teknologi.

Melalui koridor perdagangan antara ASEAN dan Tiongkok Raya, UOB telah membantu lebih dari 150 perusahaan untuk memanfaatkan berbagai peluang di Vietnam, dan ingin meningkatkan angka tersebut hingga dua kali lipat seperti yang tercantum dalam Nota Kesepahaman terbaru.

Sebagai bagian dari rantai nilai industri, usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di sektor-sektor tersebut juga akan memperoleh manfaat dari FDI ini.

Lebih dari 2.000 lapangan pekerjaan di Vietnam diperkirakan tercipta dari gelombang investasi yang selanjutnya. Jumlah ini akan melengkapi lebih dari 17.000 lapangan pekerjaan yang telah tercipta dari Nota Kesepahaman yang pertama. Semakin banyak perusahaan Singapura yang diproyeksikan berinvestasi di Vietnam berkat hubungan bisnis dan kerja sama antara kedua negara.

UOB merintis bisnis di Vietnam pada 1993 sejak membuka kantor perwakilan di negara tersebut.

First Media Kembali Raih Penghargaan Konten Marketing Terbaik dalam ICMA 2020

UOB tetap menjadi bank Singapura pertama dan satu-satunya yang mendirikan anak usaha dengan kepemilikan asing di Vietnam, sejak 2018.

Wee Ee Cheong, Deputy Chairman & CEO, UOB, berkata, UOB bertekad untuk mendukung pembangunan ekonomi Vietnam sejak pertama kali membuka kantor perwakilan hampir 30 tahun lalu. Selama bertahun-tahun, kami telah menyaksikan perkembangan Vietnam yang digerakkan oleh ekonomi yang baik dan segera menjadi perekonomian terbesar keempat di ASEAN pada akhir tahun ini.

“Nota Kesepahaman bersama FIA yang telah diperluas ini memperkuat hubungan erat dan kolaboratif kami guna membantu perusahaan-perusahaan regional yang ingin memanfaatkan pertumbuhan pesat Vietnam, mendukung perkembangan mereka secara berkelanjutan, dan menambah arus perdagangan dan penciptaan lapangan pekerjaan di ASEAN. Dengan konektivitas yang mudah dan keahlian sektoral kami di seluruh jaringan regional, UOB berada di posisi yang tepat untuk membantu berbagai perusahaan yang ingin mendiversifikasikan rantai pasoknya di tengah kendala yang ditimbulkan pandemi global.”

UOB Vietnam memiliki tiga kantor, dua kantor di Ho Chi Minh City, dan satu kantor di Hanoi. Keduanya menyediakan berbagai solusi finansial yang berperan penting bagi nasabah dan perusahaan di Vietnam dengan beragam tahap kehidupan dan bisnis. Jangkauan digital juga dikembangkan UOB melalui aplikasi perbankan seluler yang memenangi penghargaan, UOB Mighty. Pada 2013, UOB membentuk tim Penasihat FDI (FDI Advisory) di Vietnam[6] untuk memperluas dukungannya kepada nasabah-nasabah regional yang berinvestasi di negara tersebut.

Nota Kesepahaman yang diperluas ini akan memberikan kesempatan bagi FIA untuk meningkatkan peluang investasi di luar kota-kota utama seperti Ho Chi Minh City dan Hanoi, hingga merambah kota-kota yang berkembang pesat, seperti Bach Ninh, Hai Duong, Binh Duong, dan Dong Nai.

Tran Duy Dong, Wakil Menteri Perencanaan dan Investasi Vietnam, berkata, “Keunggulan dan stabilitas ekonomi Vietnam telah menjadikannya tujuan FDI favorit bagi perusahaan-perusahaan global, khususnya berkat penduduk berusia muda, angkatan kerja terpelajar, serta kelas menengah yang berkembang. Banyak perusahaan ingin berinvestasi dan berekspansi ke Vietnam, terutama berkat berbagai keahlian kami dalam manufaktur canggih dan inovasi teknologi di kota-kota yang berkembang pesat selain tujuan FDI yang biasanya digemari, yakni Ho Chi Minh City dan Hanoi.

Lazada dan Mastercard Perkuat Kemitraan Untuk Dorong Pergerakan Roda Ekonomi Indonesia  

“Melalui Nota Kesepahaman dengan UOB yang telah diperluas, kami percaya bahwa semakin banyak perusahaan yang mampu memanfaatkan pertumbuhan Vietnam, dan berbagai peluang yang tersedia di seluruh negara tersebut. Nota Kesepahaman ini juga mencerminkan kolaborasi erat dan jangka panjang bersama UOB untuk menarik lebih banyak FDI ke Vietnam.”

Menurut Nota Kesepahaman tersebut, FIA akan menyediakan berbagai panduan tentang kebijakan investasi kepada perusahaan-perusahaan yang direkomendasikan UOB, serta dukungan khusus untuk prosedur dan pengajuan izin investasi. Tim Penasihat FDI UOB akan memberikan panduan-panduan mengenai pasar lokal bagi berbagai perusahaan yang berada dalam jaringan UOB, serta dukungan akses pasar, dan solusi finansial yang sesuai kebutuhan, lalu menghubungkan perusahaan-perusahaan tersebut dengan peluang bisnis regional. Tim Penasihat FDI UOB dan FIA juga akan mengadakan webinar yang melibatkan para pembicara dari mitra-mitra ekosistem UOB, termasuk instansi pemerintah, perusahaan konsultan, dan perusahaan multinasional. Mereka akan berbagi tentang keahlian dan praktik-praktik terbaik tentang berinvestasi di Vietnam.

Acara penandatanganan Nota Kesepahaman telah dilakukan secara virtual pada hari ini, dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah Vietnam dan eksekutif senior UOB.

Membantu perusahaan-perusahaan untuk berekspansi ke Vietnam

Vietnam terus menjadi tujuan menarik untuk FDI. Pertumbuhan arus masuk FDI di Vietnam rata-rata mencapai 9% dari 2015-2019[7]. Daya tarik negara tersebut bagi investor asing tidak berkurang di tengah pandemi Covid-19, dan pertumbuhan produk domestik bruto Vietnam tercatat sebesar 2,62% pada Triwulan I-2020, bahkan ketika negara-negara lain di Asia Tenggara mengalami pertumbuhan ekonomi negatif.

Sejalan dengan langkah berbagai perusahaan Singapura yang mencantumkan Vietnam sebagai target ekspansi luar negerinya[9], UOB akan terus bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah Singapura dan asosiasi perdagangan guna memfasilitasi investasi ke negara tersebut. Sembcorp termasuk salah satu perusahaan tersebut, dan telah menjalin kerja sama dengan UOB di Vietnam untuk pembangunan proyek-proyek kawasan industri.

Kelvin Teo, CEO, Sembcorp Development, berkata, “Vietnam merupakan pasar penting bagi Sembcorp Development. Kami mengelola 10 kawasan hunian dan kawasan industri terintegrasi di Vietnam melalui usaha patungan kami VSIP, tiga di antara proyek-proyek tersebut telah diluncurkan dalam beberapa tahun tahun terakhir. UOB telah mendukung pertumbuhan Sembcorp di Vietnam, dan kami gembira untuk menjalin hubungan kerja sama yang baik, sekaligus mempercepat ketersediaan solusi perkotaan yang berkelanjutan sebagai bagian dari industrialisasi Vietnam.”

UOB juga telah membantu usaha-usaha rintisan dan UKM dari ASEAN yang merambah Vietnam. Pada 2019, UOB menghubungkan Ruangguru, usaha rintisan asal Indonesia yang menyediakan solusi teknologi pendidikan, dengan FIA untuk membantu pendirian aktivitas operasionalnya di Vietnam, selain mendukung kebutuhan perbankan di wilayah setempat.

Tahun ini, UOB juga membantu Esco Lifesciences Group, perusahaan Singapura yang bergerak dalam ilmu hayati (life science), untuk memperluas bisnisnya ke Vietnam. Untuk itu, UOB menyediakan solusi perbankan yang membantu aktivitas operasionalnya di wilayah setempat dan aktivitas perdagangan lintas-wilayah, serta membantu perusahaan tersebut untuk mengelola risiko nilai tukar mata uang asing. (BA-01)

Tautan terkait:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here